Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Save Dana Desa

Home / Opini / Save Dana Desa
Save Dana Desa M. Khoirul ABS (Desaign: TIMES Indonesia)

Disisi lain dalam sudut pandang tertentu, ada bebrapa regulasi yang ganjil terutama dalam  PP Nomor 22 Tahun 2015 tentang perubahan atas PP Nomor 60 Tahun 2014. Dimana dalam PP Nomor 22 Tahun 2015 mencantumkan pembagian alokasi dana desa didasarkan pada jumlah desa dengan bobot 90 persen dan hanya 10 persen yang dihitung menggunakan formulasi jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah serta tingkat kesulitan geografis.

Bila hal ini dihubungkan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan, maka kebijakan tersebut dirasa masih terkesan belum adil serta bisa merugikan banyak pihak, terutama masyarakat desa yang pada dasarnya paling berhak menerima alokasi dana desa tersebut. 

Hal ini menjadi sesuatu yang penting dan menarik untuk dikaji lebih lanjut tentang pengelolaan dana desa yang berpotensi besar rawan penyelewengan.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya rasa tanggung jawab yang kuat serta komitmen yang tinggi dari pemerintah desa dan masyarakat. Selain itu, sinergitas antara masyarakat dan pengelola dana desa juga harus terjalin dengan baik serta harmonis. 

Sehingga diharapkan dapat tercipta pengelolaan dana desa yang akuntabel dan transparan. Implikasinya, akan bisa terwujud suatu  pembangunan dan perkembangan desa yang dinamis, efektif dan efisien. (*) 

M. Khoirul ABS , Dosen Fakultas Ekonomi Unisma

Berita Terkait

Komentar

Connect failed: No route to host

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com